BPOM melalui Program Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) melaksanakan peningkatan kapasitas kelembagaan Ghana Food and Drugs Authority (Ghana FDA). Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi internasional BPOM dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang pengawasan obat dan vaksin. Program KSS BPOM dengan Ghana FDA dilaksanakan pada 31 Agustus–12 September 2026. Kegiatan tersebut mencakup berbagai materi peningkatan kapasitas termasuk Laboratory Testing serta Lot Release vaksin .
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan pengenalan mengenai ruang lingkup kegiatan serta organisasi BPOM, dilanjutkan dengan pemaparan mengenai sistem regulasi obat dan vaksin di Indonesia. Para peserta juga memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung fasilitas BPOM.
Balai Pengujian Produk Biologi mengampu program Laboratory Testing untuk pengujian potensi vaksin difteri dan tetanus sebagai bagian dari pengawasan mutu produk biologi. Materi yang disampaikan mencakup pengujian potensi vaksin difteri menggunakan metode Vero Cell Assay serta pengujian potensi vaksin tetanus menggunakan metode in vivo challenge test. Pembahasan meliputi seluruh tahapan pengujian, mulai dari persiapan dan imunisasi hewan uji, pelaksanaan uji tantang (challenge) ke hewan uji dan sel vero, pemantauan hingga penetapan endpoint dan interpretasi hasil pengujian sesuai dengan persyaratan.
Aspek penting lainnya dalam program ini adalah penguatan pemahaman mengenai Lot Release vaksin. Peserta mendapatkan pemaparan dan praktik mengenai sistem pelulusan dokumen vaksin, dilanjutkan dengan pembahasan proses pengambilan keputusan hingga penerbitan sertifikat pelulusan.
Program KSS BPOM–Ghana FDA menjadi wujud nyata komitmen BPOM untuk terus memperluas jejaring kerja sama internasional, memperkuat kapasitas regulatori, serta berkontribusi dalam peningkatan kualitas sistem pengawasan obat dan vaksin di tingkat global.