Keterlibatan Kepala BPPB sebagai Anggota Panel Pakar WHO Perkuat Kontribusi Indonesia dalam Standarisasi Global Produk Farmasi

29-10-2025 Umum Dilihat 59 kali

Tidak banyak yang tahu bahwa di balik berbagai standar mutu obat yang digunakan di seluruh dunia, terdapat peran penting para pakar dari berbagai negara yang bekerja bersama di bawah koordinasi World Health Organization (WHO). Tahun ini, Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional melalui Kepala Balai Pengujian Produk Biologi (BPPB), Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Ibu Dwi Damayanti, yang dipercaya menjadi anggota Expert Advisory Panel WHO. Ibu Dwi berpartisipasi aktif dalam kegiatan 59th WHO Expert Committee on Specifications for Pharmaceutical Preparations yang diselenggarakan di Tunisia pada 20–24 Oktober 2025.

Penugasan ini bukan sekadar bentuk partisipasi, tetapi juga merupakan pengakuan WHO terhadap keunggulan ilmiah Indonesia dalam bidang pengujian, standardisasi, dan pengawasan mutu produk farmasi. Dalam dokumen resmi WHO, Ibu Dwi Damayanti dinyatakan sebagai “suitable member on scientific grounds”—sebuah bentuk penghargaan atas kompetensi dan integritas ilmiah yang membawa nama baik bangsa ke tingkat global.

Melalui keanggotaan ini, Indonesia kini tidak hanya menjadi penerima standar global, tetapi juga turut berperan langsung dalam penyusunan dan pembaruan standar farmakope dunia. Peran ini memperkuat posisi Badan POM, khususnya BPPB, sebagai laboratorium rujukan internasional yang berkontribusi terhadap harmonisasi metode uji serta peningkatan mutu produk farmasi di tingkat global.Badan POM menyambut baik kepercayaan WHO ini dan terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya nasional agar dapat berkontribusi lebih luas dalam pengembangan standar mutu internasional, khususnya pada produk yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

Keterlibatan BPPB dalam forum WHO juga membuka peluang besar untuk memperluas kolaborasi ilmiah internasional, mempercepat alih teknologi dan pengetahuan terkini, serta memastikan keselarasan regulasi nasional dengan perkembangan standar global. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen Badan POM dalam menjamin keamanan, khasiat, dan mutu produk farmasi yang beredar di masyarakat.

Badan POM menyambut dengan bangga kepercayaan yang diberikan WHO kepada Indonesia melalui BPPB. Keterlibatan ini mencerminkan semangat Indonesia untuk terus memperkuat kontribusi dalam arsitektur kesehatan global, khususnya dalam pengawasan dan pengembangan standar produk farmasi.

Ke depan, Badan POM berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan laboratorium nasional, agar Indonesia semakin diakui sebagai mitra strategis dalam pembentukan kebijakan dan peningkatan mutu kesehatan dunia.

 

Penulis: Yola Eka Erwinda

Sarana